Ini adalah salah satu soal tugas ulangan KU..............!!!!
langsung saja
SSH adalah tool yang sangat populer di kalangan administrator jaringan untuk melakukan remote kepada komputer yang dikelola (sebetulnya ga cuman buat admin seee) tool ini secara default berjalan melalui port 22 dengan tool ini administrator bisa merawat mesin server/routernya dengan tanpa harus datang secara fisik (mengunjungi) mesinnya (maksudnya bisa jarak jauh begitu…).
Namun sayangnya untuk sistem operasi Linux, SSH secara default mengijinkan siapapun untuk mengakses menggunakan hak akses root secara langsung. hal ini tentu sangat berbahaya jika jaringan dikelola oleh lebih dari satu administrator karena di system log mesin yang diremote kita tidak tahu siapa yang bertanggung jawab jika suatu saat terjadi masalah yang disebabkan tindakan illegal oleh user (seperti kita pahami bersama bahwa sebagian besar ancaman keamanan jaringan datang dari dalam jaringan itu sendiri). Untuk itulah pada SSH disarankan untuk login melalui user biasa dan jika dibutuhkan baru bisa login melalui Super User (su - ) pada mesin yang diremote. Cara mendisable root login adalah sebagai berikut
1. login sebagai root/super user
2. buka file sshd_config dengan editor kesayangan anda (misal menggunakan vi) pada /etc/ssh/sshd_config —> # vi /etc/ssh/sshd_config
3. temukan baris #Protocol 2,1 ganti dengan Protocol 2 (line 14) (kadang-kadang sudah langsung tertulis Protocol 2)
4. selanjutnya temukan #PermitRootLogin yes ganti dengan PermitRootLogin no (line 37)
5. simpan dengan menggunakan perintah :wq (pada editor VI)
6. restart service SSH dengan perintah service sshd restart
Semoga membantu selamat mencoba…..
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Juni 2009
Senin, 25 Mei 2009
Setting IP di Linux
Untuk melakukan setting IP Address pada Sistem Operasi Linux RedHat 9 , terdapat 2 (dua) cara, yaitu melalui mode graphic dan mode text. Mode graphic memudahkan pengguna untuk melakukan pen-setting-an ini karena pengguna akan dihadapkan langsung pada jendela-jendela dialog pada layar monitor sehingga user dapat langsung mengisi atau melakukan pen-setting-an. Sedangkan pada mode text, user harus mengetikkan perintah-perintah yang bersangkutan dengan hal yang ingin dilakukan.
Oleh karena itu, mengingat pengaturan melalui mode text lebih sulit daripada mode graphic, maka saya hanya akan membahas pen-setting-an IP Address melalui mode text.
Untuk melakukannya ketik perintah berikut dan tentunya Anda login pada mode text:
# vi /etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0
Perintah di atas adalah perintah untuk mengedit settingan pada Ethernet card no.1.
Apabila pada PC terdapat 2 atau lebih Ethernet card dan yang digunakan adalah Ethernet card no.2, maka kata ‘eth0’ diganti dengan no. urut Ethernet card yang dipakai, misalnya ‘eth1’ untuk no.2, ‘eth2’ untuk no.3, dan seterusnya. Setelah itu Anda akan dihadapkan pada isian-isian yang perlu Anda isi.
Setelah selesai, settingan tersebut tidak akan diaktifkan hingga PC direstart, maka untuk mengaktifkannya harus merestart PC terlebih dahulu atau menggunakan perintah:
# etc/init.d/network restart
Perintah di atas berfungsi untuk mengaktifkan setting yang Anda buat tanpa harus merestart PC
Oleh karena itu, mengingat pengaturan melalui mode text lebih sulit daripada mode graphic, maka saya hanya akan membahas pen-setting-an IP Address melalui mode text.
Untuk melakukannya ketik perintah berikut dan tentunya Anda login pada mode text:
# vi /etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0
Perintah di atas adalah perintah untuk mengedit settingan pada Ethernet card no.1.
Apabila pada PC terdapat 2 atau lebih Ethernet card dan yang digunakan adalah Ethernet card no.2, maka kata ‘eth0’ diganti dengan no. urut Ethernet card yang dipakai, misalnya ‘eth1’ untuk no.2, ‘eth2’ untuk no.3, dan seterusnya. Setelah itu Anda akan dihadapkan pada isian-isian yang perlu Anda isi.
Setelah selesai, settingan tersebut tidak akan diaktifkan hingga PC direstart, maka untuk mengaktifkannya harus merestart PC terlebih dahulu atau menggunakan perintah:
# etc/init.d/network restart
Perintah di atas berfungsi untuk mengaktifkan setting yang Anda buat tanpa harus merestart PC
Kamis, 12 Maret 2009
OSPF !!
OSPF adalah protokol ruting dinamis yang digunakan di lingkungan INHERENT local node Jogja. Untuk mengaktifkan OSPF, PT yang terhubung ke UGM harus menyediakan perangkat router yang siap OSPF dengan key-id authentication. Perangkat yang sudah terbukti berhasil adalah:
1. Cisco Router
2. Mikrotik versi 3 ke atas
3. Linux atau FreeBSD dengan quagga terinstall
4. Juniper J2300
Prosedur pengaktifan OSPF adalah sebagai berikut:
1. PT yang terhubung memastikan koneksi point to point dengan UGM berhasil dengan baik
2. PT menghubungi pengelola INHERENT local node Jogja untuk setup OSPF
3. Pengelola INHERENT local node Jogja mengirimkan parameter OSPF yang akan dikonfigurasikan disisi router PT yang terhubung ke INHERENT Jogja
4. PT mengkonfigurasi router untuk mengaktifkan OSPF dengan parameter yang telah dikirimkan oleh pengelola INHERENT local node Jogja
Contoh file konfigurasi pada sisi local node, local node menggunakan AS number 65005 dengan area 0 di 167.205.137.0/24
router ospf 274 router-id 167.205.190.5 log-adjacency-changes area 0 authentication message-digest redistribute static subnets redistribute bgp 65005 subnets network 167.205.137.0 0.0.0.255 area 0
router bgp 65005 ... redistribute ospf 274 route-map DENY_PRIVATE_ADDRESS ....
route-map DENY_PRIVATE_ADDRESS match ip address 50
access-list 50 deny 10.0.0.0 0.255.255.255 access-list 50 deny 172.16.0.0 0.15.255.255 access-list 50 permit any
interface GigabitEthernet2/13 description Connected to PTKU ip address 167.205.xx.yy 255.255.255.252 ip ospf message-digest-key 21 md5 7 xxxx !
Contoh file konfigurasi pada Sub Local Node dengan menggunakan quagga (ospfd.conf), PTku berada di area 21 dengan IP INHERENT 167.205.xxx.yyy/mm dan dengan IP Public aaa.bbb.ccc.ddd/mm milik PTku yang akan diadvertise di jaringan INHERENT :
====================================
hostname inherent.ptku.ac.id
password 8 xxxxxxx
enable password 8 xxxxxxxx
log file /var/log/ospfd.log
log stdout
service password-encryption
interface bge0
interface bge1
interface lo0
interface rl0 ip ospf authentication message-digest
ip ospf message-digest-key XX md5 xxxxxxxxx
router ospf ospf router-id 167.205.137.66 network 167.205.xxx.yyy/mm area 0.0.0.21 network 167.205.137.0/24 area 0.0.0.0 network aaa.bbb.ccc.ddd/mm area 0.0.0.21 area 0.0.0.0 authentication message-digest
line vty
===================================
1. Cisco Router
2. Mikrotik versi 3 ke atas
3. Linux atau FreeBSD dengan quagga terinstall
4. Juniper J2300
Prosedur pengaktifan OSPF adalah sebagai berikut:
1. PT yang terhubung memastikan koneksi point to point dengan UGM berhasil dengan baik
2. PT menghubungi pengelola INHERENT local node Jogja untuk setup OSPF
3. Pengelola INHERENT local node Jogja mengirimkan parameter OSPF yang akan dikonfigurasikan disisi router PT yang terhubung ke INHERENT Jogja
4. PT mengkonfigurasi router untuk mengaktifkan OSPF dengan parameter yang telah dikirimkan oleh pengelola INHERENT local node Jogja
Contoh file konfigurasi pada sisi local node, local node menggunakan AS number 65005 dengan area 0 di 167.205.137.0/24
router ospf 274 router-id 167.205.190.5 log-adjacency-changes area 0 authentication message-digest redistribute static subnets redistribute bgp 65005 subnets network 167.205.137.0 0.0.0.255 area 0
router bgp 65005 ... redistribute ospf 274 route-map DENY_PRIVATE_ADDRESS ....
route-map DENY_PRIVATE_ADDRESS match ip address 50
access-list 50 deny 10.0.0.0 0.255.255.255 access-list 50 deny 172.16.0.0 0.15.255.255 access-list 50 permit any
interface GigabitEthernet2/13 description Connected to PTKU ip address 167.205.xx.yy 255.255.255.252 ip ospf message-digest-key 21 md5 7 xxxx !
Contoh file konfigurasi pada Sub Local Node dengan menggunakan quagga (ospfd.conf), PTku berada di area 21 dengan IP INHERENT 167.205.xxx.yyy/mm dan dengan IP Public aaa.bbb.ccc.ddd/mm milik PTku yang akan diadvertise di jaringan INHERENT :
====================================
hostname inherent.ptku.ac.id
password 8 xxxxxxx
enable password 8 xxxxxxxx
log file /var/log/ospfd.log
log stdout
service password-encryption
interface bge0
interface bge1
interface lo0
interface rl0 ip ospf authentication message-digest
ip ospf message-digest-key XX md5 xxxxxxxxx
router ospf ospf router-id 167.205.137.66 network 167.205.xxx.yyy/mm area 0.0.0.21 network 167.205.137.0/24 area 0.0.0.0 network aaa.bbb.ccc.ddd/mm area 0.0.0.21 area 0.0.0.0 authentication message-digest
line vty
===================================
Selasa, 06 Januari 2009
Linux Untuk Pemula
Distro Linux
Bagi yang baru atau belum mengenal Linux, seringkali heran mengapa harus ada distro Linux yang bejibun. Kadang juga muncul kebingungan perbedaan antara ‘Linux’ dengan ‘distro Linux’. Nah dalam tulisan ini, kita mau singgung sedikit pengertian antara keduanya.
Sistem Operasi
Bila bicara tentang Linux, berarti sebenarnya kita bicara tentang sistem operasi. Sebagaimana Windows atau Apple MacOS X, Linux adalah sistem operasi. Di mana, sistem operasi dapat dibayangkan sebagai kumpulan software yang berjalan di ‘balik layar’ alias tidak terlihat oleh penggunanya. Sistem operasi ini yang mengendalikan komputer, mengatur komunikasi dengan perangkat seperti printer, mengatur jadwal-memulai-memberhentikan program aplikasi yang ada, dsb. Dan dari sini terlihat, meski prosesnya di ‘balik layar’, namun perannya begitu vital. Sehingga kita dapat menyebutnya sebagai perangkat lunak sistem (system software).
Kernel dan Program Aplikasi
Bagian inti, terpenting, dan merupakan pondasi dari sistem operasi adalah kernel. Karena segala sesuatunya dibangun atas layanan dasar yang disediakan kernel ini. Yang selanjutnya, dari kernel dan perangkat lunak sistem lainnya, akan terbangun sistem operasi.
Hanya saja, pengguna komputer tidak mempedulikan kernel. Pengguna awam komputer hanya mempedulikan ada tidaknya program aplikasi yang berguna baginya. Sebagai contoh, program aplikasi untuk mengolah kata, mengedit gambar, memainkan musik, mencetak dokumen, dsb. Boleh dikata, entah ada kernel atau tidak, yang penting komputer dapat digunakan dengan baik dan mudah.
Nah, setelah membaca sedikit penjelasan di atas, kita sekarang kembali ke pokok persoalan…
Linux dan Distro Linux
Secara teknis, yang dimaksud Linux adalah kernel dari sistem operasi Linux itu sendiri. Sedang distro Linux adalah sistem operasi Linux + sekumpulan program aplikasi + sekumpulan perangkat untuk menginstal dan mengkonfigurasi sistem. Jadi, dari berbagai distro Linux biasanya akan mempunyai kernel yang sama. Yang berbeda adalah program aplikasi dan perangkat untuk mengkonfigurasinya.
Bagi yang baru atau belum mengenal Linux, seringkali heran mengapa harus ada distro Linux yang bejibun. Kadang juga muncul kebingungan perbedaan antara ‘Linux’ dengan ‘distro Linux’. Nah dalam tulisan ini, kita mau singgung sedikit pengertian antara keduanya.
Sistem Operasi
Bila bicara tentang Linux, berarti sebenarnya kita bicara tentang sistem operasi. Sebagaimana Windows atau Apple MacOS X, Linux adalah sistem operasi. Di mana, sistem operasi dapat dibayangkan sebagai kumpulan software yang berjalan di ‘balik layar’ alias tidak terlihat oleh penggunanya. Sistem operasi ini yang mengendalikan komputer, mengatur komunikasi dengan perangkat seperti printer, mengatur jadwal-memulai-memberhentikan program aplikasi yang ada, dsb. Dan dari sini terlihat, meski prosesnya di ‘balik layar’, namun perannya begitu vital. Sehingga kita dapat menyebutnya sebagai perangkat lunak sistem (system software).
Kernel dan Program Aplikasi
Bagian inti, terpenting, dan merupakan pondasi dari sistem operasi adalah kernel. Karena segala sesuatunya dibangun atas layanan dasar yang disediakan kernel ini. Yang selanjutnya, dari kernel dan perangkat lunak sistem lainnya, akan terbangun sistem operasi.
Hanya saja, pengguna komputer tidak mempedulikan kernel. Pengguna awam komputer hanya mempedulikan ada tidaknya program aplikasi yang berguna baginya. Sebagai contoh, program aplikasi untuk mengolah kata, mengedit gambar, memainkan musik, mencetak dokumen, dsb. Boleh dikata, entah ada kernel atau tidak, yang penting komputer dapat digunakan dengan baik dan mudah.
Nah, setelah membaca sedikit penjelasan di atas, kita sekarang kembali ke pokok persoalan…
Linux dan Distro Linux
Secara teknis, yang dimaksud Linux adalah kernel dari sistem operasi Linux itu sendiri. Sedang distro Linux adalah sistem operasi Linux + sekumpulan program aplikasi + sekumpulan perangkat untuk menginstal dan mengkonfigurasi sistem. Jadi, dari berbagai distro Linux biasanya akan mempunyai kernel yang sama. Yang berbeda adalah program aplikasi dan perangkat untuk mengkonfigurasinya.
Sabtu, 27 Desember 2008

Mikrotik adalah salah satu distro linux yang dikhususkan untuk router dengan fitur - fitur yang cukup lengkap dan cukup mudah untuk di konfigurasi, Mikrotik Router dapat menjadi pilihan bagi para pemula yang ingin memperdalam ilmu networking.
Beberapa fitur - fitur yang disediakan Mikrotik antara lain NAT, VPN, Proxy, Hotspot, Bandwidth limiter, dll cukup lengkap untuk membangun sebuah router.
Kebutuhan spesifikasi hardware yang dibutuhkan Mikrotik tidaklah terlalu tinggi, kebetulan penulis menggunakan sebuah PC Pentium III dengan memory 128 Mb dan Hard Disk 10 Gb.
Satu hal yang perlu diperhatikan didalam proses instalasi Mikrotik adalah memastikan PC memiliki CD ROM karena proses instalasi akan dilakukan melalui CD dan PC memiliki minimal dua ethernet card.
Berikut tahapannya :
1. Silahkan Download CD Mikrotiknya di sini CD Mikrotik-2.9.27-cracked.iso
2. Seting bios agar PC boot pertama kali dari CD
3. Masukan CD Mikrotik
4. Restart PC
5. Bila proses boot melalui CD Mikrotik berhasil, biasanya pada monitor akan muncul
tulisan
ISOLINUX 2.08 xxxxx xxxxx xxxx
Loading linux.......
Loading initrd.rgz.....
.... dan seterusnya
6. Selanjutnya akan muncul menu pilihan paket instalasi
Welcome to Mikrotik Router Software Instalation
.... dan seterusnya
Berhubung penulis akan menggunakan Router Mikrotik ini untuk uji coba, maka
penulis memilih melakukan instalasi semua paket yang tersedia dengan cara menekan
a lalu menekan i untuk melanjutkan proses instalasi.
7. Kemudian akan muncul peringatan bahwa semua data dalam harddisk akan terhapus
bila melakukan proses instalasi.
Warning: all data on the disk will be erased!
Continue? [y/n]
Ketik y untuk melanjutkan proses instalasi.
8. Peringatan untuk tetap menggunakan konfigurasi lama.
Do you want to keep old configuration? [y/n]
ketik n karena kita akan meng-install fresh Mikrotik
9. Proses instalasi akan berlangsung beberapa menit, kurang lebih 10-15 menit. Bila
proses instalasi sudah selesai, akan muncul pemberitahuan :
Software installed.
Press ENTER to reboot
10.Keluar CD, kemudian tekan enter untuk reboot PC. Terkadang CD tidak bisa kita
keluarkan, mungkin karena CD masih di mount system, jangan panik, tekan saja
enter dan buru - buru mengeluarkan CD sebelum proses reboot berlangsung.
11.Ucapkan Alhamdhulilah...
Nah, sekarang proses instalasinya sudah selesai.
Hore.....
sekarang anda bisa belajar printah-perintah yang selanjutnya.....
DNS Server linux debian
server dalam jaringan adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh kita lalaikan
karena server adalah sesuatu yang sangat penting sekaligus induk dari sebuah jaringan maka dari itu server harus di konfigurasikan seoptimal mungkin dan seaman mungkin
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.
Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.
Konfigurasi DNS Server di linux Debian berbasis Text
sebelum instalasi DNS server kita harus terlebih dahulu menginstal BIND9 dahulu, dengan cara:
masukan root
ketik cd /
install bind 9 dengan perintah apt-get install bind9
dengan masukan cd debian 1 dan 4 (cd yang diminta)
lalu cd etc/bind/
lalu edit file named.conf dengan perintah pico named.conf atau vi named.conf
cari tulisan
zone"127.in-addr-arpa"{
type master ;
file "/etc/bind/db.127";
};
maka tambahkan dibawahnya
zone "dean.com"{
type master;
file "/var/cache/bind/db.debian";
};
zone "192.in-addr.arpa"{
type master;
file "/var/cache/bind db.192";
};
kemudian save dengan tekan ctrl+x, pilih yes dengan tekan y.
Lalu copy file db.127 dan db.local pada directory yang sama dan kita pindahkan pada directory /var/cache/bind
Kemudian kita ganti nama menjadi
db.127 ==> db.192
dengan perintah = cp db.127 /etc/bind/db.192
db.local ==> db.debian
dengan perintah = cp db.local /etc/bind/db.debian
setelah itu pindah db.192 & db. debian ke direktory /var/cache/bin , dengan perintah :
db.192
dengan perintah = mv db.192 /var/cache/bin
db.debian
dengan perintah = mv db.debian /var/cache/bin
masuk cd /var/cache/bin
Setelah itu edit file db.192 ,misal sebagai berikut pada:
@ IN NS dean.com
1.12.168 IN PTR dean.com
www IN PTR dean.com
Begitu juga dengan db.debian:
;
@ IN NS dean.com
@ IN A 192.168.12.1
www IN A 192.168.12.1
Save dengan tekan ctrl+x , pilih yes dengan ketik y
lalu restart /etc/init.d/bind9 restart
karena server adalah sesuatu yang sangat penting sekaligus induk dari sebuah jaringan maka dari itu server harus di konfigurasikan seoptimal mungkin dan seaman mungkin
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.
Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.
Konfigurasi DNS Server di linux Debian berbasis Text
sebelum instalasi DNS server kita harus terlebih dahulu menginstal BIND9 dahulu, dengan cara:
masukan root
ketik cd /
install bind 9 dengan perintah apt-get install bind9
dengan masukan cd debian 1 dan 4 (cd yang diminta)
lalu cd etc/bind/
lalu edit file named.conf dengan perintah pico named.conf atau vi named.conf
cari tulisan
zone"127.in-addr-arpa"{
type master ;
file "/etc/bind/db.127";
};
maka tambahkan dibawahnya
zone "dean.com"{
type master;
file "/var/cache/bind/db.debian";
};
zone "192.in-addr.arpa"{
type master;
file "/var/cache/bind db.192";
};
kemudian save dengan tekan ctrl+x, pilih yes dengan tekan y.
Lalu copy file db.127 dan db.local pada directory yang sama dan kita pindahkan pada directory /var/cache/bind
Kemudian kita ganti nama menjadi
db.127 ==> db.192
dengan perintah = cp db.127 /etc/bind/db.192
db.local ==> db.debian
dengan perintah = cp db.local /etc/bind/db.debian
setelah itu pindah db.192 & db. debian ke direktory /var/cache/bin , dengan perintah :
db.192
dengan perintah = mv db.192 /var/cache/bin
db.debian
dengan perintah = mv db.debian /var/cache/bin
masuk cd /var/cache/bin
Setelah itu edit file db.192 ,misal sebagai berikut pada:
@ IN NS dean.com
1.12.168 IN PTR dean.com
www IN PTR dean.com
Begitu juga dengan db.debian:
;
@ IN NS dean.com
@ IN A 192.168.12.1
www IN A 192.168.12.1
Save dengan tekan ctrl+x , pilih yes dengan ketik y
lalu restart /etc/init.d/bind9 restart
Sabtu, 12 April 2008
Perintah LINUX SUSE
cd x atau cd /x == masuk ke direktori x
cd .. atau cd ../ atau cd/.. == pindah ke direktori satu level
di bawah
x lalu [tab] [tab] == berguna untuk mengetahui perintah apa saja
yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser == untuk menambahkan user baru
ls atau dir == untuk melihat isi suatu direktori
cat == untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y == untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y == untuk mengkopi file x ke file y
rm x == untuk menghapus file x
mkdir x == untuk membuat direktori x
rmdir x == untuk menghapus direktori x
rm -r x == untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p == untuk menghapus paket tertentu
df atau df x == untuk mengetahui space kosong dalam device x
top == untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x == untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x == untuk melihat isi dari suatu file text
echo x == untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mc == untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna
dan memudahkan bagi newbie)
mount == untuk menghidupkan suatu device spt cdrom
halt == untuk shutdown
reboot atau [ctl + alt + del] == untuk reboot
chmod == untuk mengubah permission suatu file
ls -l x == untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y == untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print == untuk menemukan file y, dengan mencari mulai
dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps == untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x == untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 - F7 == untuk berpindah dari terminal 1 - 7 (ciri khas Linux)
lilo == untuk membuat boot disk
cd .. atau cd ../ atau cd/.. == pindah ke direktori satu level
di bawah
x lalu [tab] [tab] == berguna untuk mengetahui perintah apa saja
yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser == untuk menambahkan user baru
ls atau dir == untuk melihat isi suatu direktori
cat == untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y == untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y == untuk mengkopi file x ke file y
rm x == untuk menghapus file x
mkdir x == untuk membuat direktori x
rmdir x == untuk menghapus direktori x
rm -r x == untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p == untuk menghapus paket tertentu
df atau df x == untuk mengetahui space kosong dalam device x
top == untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x == untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x == untuk melihat isi dari suatu file text
echo x == untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mc == untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna
dan memudahkan bagi newbie)
mount == untuk menghidupkan suatu device spt cdrom
halt == untuk shutdown
reboot atau [ctl + alt + del] == untuk reboot
chmod == untuk mengubah permission suatu file
ls -l x == untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y == untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print == untuk menemukan file y, dengan mencari mulai
dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps == untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x == untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 - F7 == untuk berpindah dari terminal 1 - 7 (ciri khas Linux)
lilo == untuk membuat boot disk
Minggu, 17 Februari 2008
Menginstal IGOS
Cara menginstalasi IGOS pada PC :
1.Masuk pada BIOS
2.Boot squene diganti dengan CD-ROOM C.A
3.Masukkan CD IGOS
4.Tekan"ENTER" untuk memulai instalasi.
5.Pilih Remove All Partition (diatas sendiri)
6.Klik "OK"
7.YA,YA lagi
8.Masukkan pasword (terserah),konfirmasikan pasword tsb.
9.tunggu dulu (LOADING)
10.keluarkan CD
11.Restart komputer anda.
12.Otentifikasi /jalankan alat bantu (mouse)
13.Konfigurasi Fier wall (OK)
14.Konfigurasi Keyboard (OK)
15.Konfigurasi jaringan (tidak)
NB: kalau bisa RAM harus double , supaya
proses kita menginstal lebih cepat.
1.Masuk pada BIOS
2.Boot squene diganti dengan CD-ROOM C.A
3.Masukkan CD IGOS
4.Tekan"ENTER" untuk memulai instalasi.
5.Pilih Remove All Partition (diatas sendiri)
6.Klik "OK"
7.YA
8.Masukkan pasword (terserah),konfirmasikan pasword tsb.
9.tunggu dulu (LOADING)
10.keluarkan CD
11.Restart komputer anda.
12.Otentifikasi /jalankan alat bantu (mouse)
13.Konfigurasi Fier wall (OK)
14.Konfigurasi Keyboard (OK)
15.Konfigurasi jaringan (tidak)
NB: kalau bisa RAM harus double , supaya
proses kita menginstal lebih cepat.
Minggu, 30 Desember 2007
SEJARAH LINUX
Sejarah Linux
Author: Arry Rahmawan Published: 31st March 2007Category: Linux Dasar dan Opensource Popularity: 15%
Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?
Author: Arry Rahmawan Published: 31st March 2007Category: Linux Dasar dan Opensource Popularity: 15%
Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?
UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan.
Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.
Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:
1. Multilevel Filesystem
2. Multiuser dan Multiprosesor
3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware
4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus
5. Memiliki user interface yang sederhana
6. Cocok untuk lingkungan pemrograman
7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan
Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.
Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.
Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.
Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (networking), UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.
Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd
Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..
Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.
Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.
Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan.
Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.
Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:
1. Multilevel Filesystem
2. Multiuser dan Multiprosesor
3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware
4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus
5. Memiliki user interface yang sederhana
6. Cocok untuk lingkungan pemrograman
7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan
Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.
Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.
Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.
Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (networking), UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.
Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd
Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..
Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.
Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.
Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.
Langganan:
Postingan (Atom)

