Senin, 02 November 2009
Macam-Macam Fungsi Garam
Dengan mencampurkan garam dan cuka menjadi sebuah adonan kental, maka ia dapat dipakai untuk menggosok dan membuat kilap benda dari perak dan tembaga. Gunakan sehelai kain lembut untuk penggunaannya dan gosokkan, lalu bilas bersih dengan air, kemudian keringkan.
Pembersih
Ini adalah sesuatu yang saya pe-lajari selama bekerja di supermarket saat masih muda. Untuk tumpahan minyak dan telur, tutupi area yang terkena noda dengan garam, maka akan menjadi lebih mudah untuk mengangkat noda tersebut.
Jumat, 31 Juli 2009
Apa itu ISP! dan Perusahaannya!!
ISP adalah perusahaan yang memberikan sambungan ke internet untuk para individu dan perusahaanInformasi masing-masing kota atas tersedianya ISP ada dibawah ini, silahkan ada pergunakan sebaik mungkin, saya pribadi tidak merekomendasikan atau mendikte, sekedar menginformasikan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat. Mohon diverifikasi sendiri.
http://www.apjii.or.id/layanan/lokasi.php?lang=ind
Daftar ISP dari berbagai sumber ini akan saya kelola dengan menambah info dan kelengakapn yang ada, sengaja saya listing di blog agar saya mempunyai otoritas untuk merevisi:
Minggu, 12 Juli 2009
Ini Dia, 10 Kecerobohan Fatal Network Manager
Menjamurnya serangan hacker ternyata tidak hanya terjadi di tanah air. Di negeri yang mengklaim sebagai salah satu maestro teknologi, Amerika Serikat, peristiwa intrusi jaringan pun kerap terjadi. Bahkan jumlahnya relatif sangat banyak.
Verizon Business beberapa waktu yang lalu mengadakan studi analisis kasus-kasus penyusupan jaringan sepanjang tahun 2008 di AS. Hasilnya mengungkapkan fakta mencengangkan. Sebanyak 285 juta record berhasil diakses oleh pihak-pihak tidak berkepentingan dari total 90 kasus. Angka ini lebih besar dibanding hasil riset Verizon tahun sebelumnya, yaitu 230 juta record. Padahal waktu itu, contoh kasus yang dipakai merupakan kumpulan dari jangka waktu empat tahun (2004 - 2007).
Yang menyedihkan ialah kasus-kasus ini sebetulnya bisa dihindari dengan mudah oleh network manager. Menurut hasil investigasi, hampir 90% kasus tidak membutuhkan langkah-langkah pencegahan yang rumit dan mahal. Seorang network manager cukup menerapkan dasar-dasar pengamanan jaringan. Sayangnya, hal-hal inilah yang justru kerap dilupakan.
Peter Tippett (wakil presiden bidang inovasi dan teknologi Verizon Business) melalui situs InfoWorld membeberkan 10 kesalahan "bodoh" yang kerap ia temukan.
1. Tidak mengganti sandilewat (password) default pada semua perangkat jaringan
2. Menggunakan sandilewat yang sama pada banyak perangkat jaringan
3. Membiarkan kesalahan injeksi pada kode SQL (SQL injection errors)
4. Salah mengonfigurasi daftar kontrol akses (access control lists)
5. Mempergunakan perangkat lunak manajemen dan akses jarak jauh yang tidak aman
6. Tidak menguji perlindungan aplikasi nonkritikal (misal: sistem internal) terhadap serangan
7. Tidak melindungi server dari serangan malware
8. Tidak mengonfigurasi router supaya mencegah trafik keluar sembarangan
9. Tidak mengetahui di mana saja data-data penting milik klien/pelanggan tersimpan
10. Melalaikan peraturan standar keamanan data kartu pembayaran (PCI DSS)
Lewat celah-celah tersebut, para hacker bisa leluasa menyusup ke dalam jaringan perusahaan dan mengakses data-data rahasia. Kesepuluh poin itulah yang harus segera diatasi oleh network manager di berbagai perusahaan.
Memang belum ada studi serupa dilakukan di Indonesia. Namun tak ada salahnya kita ikut menerapkannya, kan? (Erry FP)
Minggu, 29 Maret 2009
Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia!!
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.
Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.
Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya. Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Tertarik? Datanglah segera. Sejak tanggal 18 September 2006, anda sudah bisa memasuki zona 1 Candi Prambanan meski belum bisa masuk ke dalam candi. Beberapa kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu kini sedang diperbaiki.
Kamis, 26 Maret 2009
Pemanasan Global
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Adanya beberapa hasil yang berbeda diakibatkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda pula dari emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang juga akibat model-model dengan sensitivitas iklim yang berbeda pula. Walaupun sebagian besar penelitian memfokuskan diri pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun jika tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

