Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2009

Tips n Trik Timer di Mikrotik.

Misalnya IP Address klien yang telah kita set dan kita berikan src-nat IP publik (diasumsikan tidak melewati proxy) di Mikrotik adalah : 172.168.1.0/30

1. Login ke Mikrotik OS Anda, lalu ketik :

system script

2. Ketik script untuk mematikan koneksi pelanggan ke arah publik:


add name=”pelanggan-off” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=yes}

3. Sedangkan script untuk menghidupkan koneksi pelanggan ke arah publik:

add name=”pelanggan-on” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=no}

4. Lalu, langkah terakhir adalah menentukan jam kapan pelanggan harus terkoneksi ke publik (internet) atau mematikan IP publik pelanggan yang telah kita masukan kedalam script tadi. Misalnya kita tentukan jam hidup koneksi pada pukul 09.00-14.30, sedangkan waktu matinya koneksi pada pukul 14.31 - 08.59. Cukup kita panggil nama scriptnya didalam schedule :

.. scheduler

add name=hidup09-1430 start-time=09:00:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-on

add name=mati1431-0859 start-time=14:31:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-off

———————————————oo————————————

Metode lainnya, secara teori (halah) dapat dilakukan dengan gagasan seperti:

* Set di Interface Local atau Interface yang digunakan sebagai gateway oleh Client kita, dengan Status ARP nya Reply Only. Selanjutnya IP ARP List kita statiskan. Nah, dengan modus seperti itu hanya client yang terdaftar MAC Address dan IP Addressnyalah yang dapat lewat koneksi Internetnya. Jadi dapat juga dengan membuat script untuk mendisable dan mengenable pada IP ARP List, selanjutnya dibikin skedulnya pada Scheduler.
* Set pada Queue, apakah itu Queue Simple atau Queue Tree, dengan mengecilkan besar Trafik Packet yang lewat, misalkan diberi saja sebesar 8kb. Sedangkan untuk jam normalnya diset ke besar packet awal. Jadi koneksinya seperti “tercekek”
* Set di IP Firewall Filter Rules berikan chain Input utk IP address pelanggan tersebut, kalau perlu set port apa saja yang diberikan, selanjutnya berikan Action Drop, kalau ingin lewat lagi trafiknya tentu saja di ACCEPT pada bagian Action. Perhatikan, Mikrotik sepertinya membaca rule secara berurutan dari atas ke bawah, seperti Interpreter lah kalau dalam programming languange. Jadi Rule yang di Drop diatur posisinya dibagian atas dari rule selain Actionnya Drop.

Metode mana yang efektif, sepertinya perlu dicoba juga, hehehe.

Silahkan di coba, tapi jangan di salah gunakan.

:)

Selasa, 17 Februari 2009

Langkah Demi Langkah setting MikroTik

Ne dari pada nganggur Ngenet q ngeposting Langkah Demi Langkah setting MikroTikyaa bagi-bagi ilmu mengeanai ojt KU.
selamat membaca.
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.

Ada pun fitur2 nya sbb:


* Firewall and NAT - stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options (ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching sequence/frequency, packet size, time and more…

* Routing - Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4

* Data Rate Management - Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer protocol limitation

* HotSpot - HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users; data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support

* Point-to-Point tunneling protocols - PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand

* Simple tunnels - IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)

* IPsec - IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5

* Proxy - FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support

* DHCP - DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases; RADIUS support

* VRRP - VRRP protocol for high availability

* UPnP - Universal Plug-and-Play support

* NTP - Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system

* Monitoring/Accounting - IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP

* SNMP - read-only access

* M3P - MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet

* MNDP - MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)

* Tools - ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool

Layer 2 connectivity:

* Wireless - IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication; access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging

* Bridge - spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC

* VLAN - IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging

* Synchronous - V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types

* Asynchronous - s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand

* ISDN - ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand

* SDSL - Single-line DSL support; line termination and network termination modes

Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC yang akan dijadikan router dan tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

Berikut spec_minimal nya :

* CPU dan motherboard - bisa dgn P1 ~ P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor

* RAM - minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..

* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA (mungkin nanti Ver. 3.0)

* NIC 10/100 atau 100/1000

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com. Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.

Kita bisa membeli software MikroTik dalam bentuk “licence” di CITRAWEB, UFOAKSES, PC24 (atau download cracknya, he he he …) yang diinstall pada HardDisk yang sebelumnya download/dibuat MikroTik RouterOS ISO kekeping CD atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal pasang DOM pada slot IDE PC kita.

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :

MikroTik v2.9.39

Login: admin

Password: (kosongkan)

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password

old password: *****

new password: *****

retype new password: *****

[admin@ Mikrotik] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan kita ganti menjadi
“r-WLI” (bebas, disesuaikan dengan nama jaringan kita…)

[admin@Mikrotik] > system identity set name=r-WLI

[admin@r-WLI] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router

[admin@r-WLI] > interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether1 ether 0 0 1500

1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@r-WLI] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@r-WLI] > ip address add address=192.168.0.1 /

netmask=255.255.255.0 interface=ether1

[admin@r-WLI] > ip address add address=172.16.0.1 /

netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@r-WLI] >ip address print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1

1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2

[admin@r-WLI] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254

[admin@r-WLI] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@r-WLI] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,

C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf

# DST-ADDRESS PREF-SRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE

0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2

1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1

2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1

[admin@r-WLI] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@r-WLI] > ping 192.168.0.254

192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers

[admin@r-WLI] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 /

allow-remoterequests=no

[admin@r-WLI] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 /

allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS

[admin@r-WLI] ip dns> pr

primary-dns: 192.168.0.10

secondary-dns: 192.168.0.11

allow-remote-requests: no

cache-size: 2048KiB

cache-max-ttl: 1w

cache-used: 21KiB

[admin@r-WLI] ip dns>

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@r-WLI] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@r-WLI] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@r-WLI]> ip firewall nat add action=masquerade /

outinterface=ether1 chain:srcnat

[admin@r-WLI] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@r-WLI]ip firewall nat print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

[admin@r-WLI] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi MikroTik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa didownload dari MikroTik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1. Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server

[admin@r-WLI] > ip dhcp-server pr

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

x dhcp1 ether2 dhcp_pool1 4w2d yes

[admin@r-WLI] >

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0

Kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client

Run dari Comman Prompt

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\Documents and Settings\EsDat>ping www.yahoo.com

Pinging www.yahoo-ht3.akadns.net [69.147.114.210] with 32 bytes of data:

Reply from 124.158.129.5: bytes=32 time=34ms TTL=59
Reply from 124.158.129.5: bytes=32 time=24ms TTL=59
Reply from 124.158.129.5: bytes=32 time=41ms TTL=59
Reply from 124.158.129.5: bytes=32 time=29ms TTL=59

Ping statistics for 69.147.114.210:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 24ms, Maximum = 41ms, Average = 32ms

7. Untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle

[admin@r-WLI] queue simple> add name=Komputer01 /

interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072

[admin@r-WLI] queue simple> add name=Komputer02 /

interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072

dan seterusnya…

lengkap nya ada disini
www.mikrotik.com/docs/ros/2.9/root/queue
linux-ip.net/articles/Traffic…/overview.html
luxik.cdi.cz/~devik/qos/htb
www.docum.org/docum.org/docs

Referensi
www.mikrotik.com
www.mikrotik.com/docs/ros/2.9
fajar.uii.net.id
Forum-IMATEKOM (UPI “YPTK”) Padang

Rabu, 11 Februari 2009

Mikrotik Wireless Outdoor


Belakangan ini aku sering ngganggur di tempat Ojt ku cuma jadi operator aja di warnet.Tapi beruntungnya aku sempet di ajari beberapa pengetahuan tentang Router boot Mikrotik.Jika ingin mengoneksikan komuter anda dengan internet Menggunakan Mikrotik Wireless Outdoor coba cara sbb:

Mikrotik Wireless Outdoor
Menggunakan Routerboard 532A (MIPS CPU, 64MB DDR RAM, 128MB NAND Storage) dengan RouterOS WISP-AP/CF. Memiliki 3 buah port ethernet (1 untuk PoE), dan 2 slot miniPCI, dengan 1 buah card miniPCI wireless card A+B+G.

Sistem ini didesain untuk performa yang stabil dan terus menerus. Dibandingkan dengan prosesor Geode SC1100, sistem ini bekerja 2 sampai 3 kali lebih efisien, berkat arsitektur MIPS 4Kc.
# Routerboard 532A dengan outdoor box
# 3 port ethernet (1 untuk PoE)
# 2 slot minipci
# 1 buah R52 Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz
# 2 Insulator Ethernet
# Power Adaptor 18 V
# Power over Ethernet Spliter
# 2 metal ring
# Lisensi Mikrotik RouterOS WISP-AP/CF
* CPU: MIPS 32 4Kc based 266MHz (BIOS adjustable from 200 to 333 MHz; 400MHz processsor factory option) embedded processor
* Memory: 64MB DDR onboard memory chip
* Data storage: 128MB onboard NAND memory chip

Nah, untuk kasus tadi sore kebetulan yang mengalami masalah adalah port LAN sehingga router tidak bisa mengakses Mikrotik tetapi masih bisa diakses secara remote oleh kliennya (dengan IP yang digunakan). Karena Mikrotik jenis ini memiliki beberapa port ethernet, maka solusi yang paling cepat dan bisa segera dilakukan adalah dengan memindahkan kabel UTP untuk jaringan lokal ke router ke port ethernet yang masih kosong.

Tentu saja perlu mengeset alamat IP kembali ke port LAN yang baru. Bagaimana cara untuk mengesetnya? Perhatikan beberapa command berikut:
satriya@Mikrotik[~]
1. => telnet 10.0.20.100
Trying 10.0.20.100…
Connected to 10.0.20.100.
Escape character is ‘^]’.MikroTik v2.9.6
Login: admin
Password:MikroTik RouterOS 2.9.6 (c) 1999-2005 http://www.mikrotik.com/


Terminal xterm detected, using multiline input mode
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.23.1/24 interface=ether2

Maka akan ditambahkan alamat IP 192.168.23.1/24 ke ethernet2 yang baru saja kita colokin kabel UTP. Berikutnya kita tambahkan default gateway dan DNS-nya:
[admin@MikroTik] ip route add gateway= 192.168.23.1
[admin@MikroTik] ip route print[admin@MikroTik] ip dns set primary-dns=193.168.20.1 secondary-dns=203.193.10.7
[admin@MikroTik] ip dns print


Nah, sekarang kita telah berhasil memindahkan setting baru ke ethernet 2 Mikrotik. Dengan demikian maka akses internet bisa kita lewatkan ke eth1 (ethernet 2). Sebelumnya, bagaimana sih mengetahui ada berapa port yang disediakan oleh Mikrotik kita? Mari silahkan gunakan perintah berikut:
[admin@MikroTik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
2 R wlan1 wlan 0 0 1500
3 X wlan2 wlan 0 0 1500
4 R bridge1 bridge 0 0 1500
[admin@MikroTik] >


Bisa dilihat bahwa ada 2 ethernet yang bisa digunakan, jadi dalam hal ini karena salah satu ethernet yang ada mengalami kerusakan, maka kita bisa menggunakan ethernet lainnya. Tentu saja jika keduanya sudah digunakan, maka tidak ada cadangan yang bisa digunakan.

Minggu, 08 Februari 2009

Tutorial Setting Mikrotik RouterOS PPPoE Client Sebagai Gateway Telkom Speedy

Sebetulnya saya sendiri masih kurang begitu menguasai mikrotik, disini saya mencoba untuk berbagi pengalaman aja. Semoga bermanfaat.

Kita mulai setup dari modem adsl nya sebagai brigding protocol mode. Settingnya dapat anda temukan dari manual masing-masing modem. Contoh setting bridging protocol pada modem TECOM AR1031 pada menu Advance setup > WAN. Ikuti petunjuk gambar dibawah ini kemudian lakukan save/reboot.



Selesai setting modem sebagai bridging yang tidak menyimpan password dan user ID anda di modem, bagi anda yang ingin mencoba mengganti IP address default modem bisa di konfigurasi terlebih dahulu melalui PC client. Caranya : kita ubah terlebih dahulu IP modem pada Advance Setup > LAN IP Address contoh 10.10.10.1 lakukan save/reboot. Kemudian lakukan pengubahan selanjutnya di IP client PC ke 10.10.10.2 selesai. Silahkan anda coba ketik di web browser anda IP modem (10.10.10.1). Berhasil?
Kita lanjut ke CPU Mikrotik RouterOS nya.

Tentukan IP Address masing-masing LAN card anda, misal LAN connector dari modem 10.10.10.2 (public), dan 192.168.1.1 ke jaringan lokal anda (lokal). Lakukan perintah ini terlebih dahulu jika anda ingin menspesifikasikan nama ethernet card anda.

interface ethernet set ether1 name=public
interface ethernet set ether2 name=lokal

Pastikan kembali dalam menentukan nama dan alur kabel tersebut, kemudian kita lanjut ke setting IP Address.

/ip address add address=10.10.10.2/24 interface=public
/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=lokal
/ip address> print

Pastikan LAN card anda tidak dalam posisi disabled.

Selanjutnya anda bisa memasukkan entry PPPoE Client.

/interface pppoe-client add name=pppoe-user-mike user=mike password=123 interface=public service-name=internet disabled=no

Sebetulnya perintah diatas dapat anda lakukan di winbox, jika ingin lebih mudah sambil cek koneksi jaringan anda ke mikrotik.

Menentukan Gateway dan Routingnya dilanjutkan ke masquerading

/ip route add gateway=125.168.125.1 (IP Gateway Telkom Speedy anda)
/ip route print

IP gateway diatas belum tentu sama, lihat terlebih dahulu ip pppoe client anda. Jika anda belum yakin 100% ip client anda dan gateway nya, lakukan login dan dialing melalui modem anda terlebih dahulu bukan pada mode bridging seperti diatas. Pada menu Device Info akan tampil informasi Default Gateway dan IP client pppoe anda. Ok?
Selanjutnya masquerading, untuk penerusan perintah dari routing yang diteruskan ke nat firewall mikrotik untuk proses routing ke semua client yang terkoneksi

/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade

Selesai.. tahap routing sudah terlaksanakan. Coba lakukan ping ke mikrotik dan gateway nya. Jika anda ingin sharing ke komputer client jangan lupa masukkan ip gateway pada settingan Network Connection (windows) sesuai dengan IP lokal pada mikrotik anda.

Banyak sekali settingan mikrotik yang dapat anda pelajari dari berbagai sumber. Jika terkesan terlalu rumit dengan sistem pengetikan anda bisa melakukannya dengan winbox mode, setiap tutorial yang anda butuhkan pun dapat anda copy dan paste ke winbox nya mikrotik.

Setting DNS dan Web Proxy Transparant

Input DNS dan web-proxy pun terasa lebih mudah di winbox mode, masukkan primary, secondary dan allow remote request nya, atau dengan perintah di terminal winbox.

/ip dns set primary-dns=203.130.206.250
/ip dns set primary-dns=202.134.2.5
/ip dns allow-remote-request=yes

/ip web-proxy set enabled=yes port=8080 hostname=proxy.koe transpa
rent-proxy=yes
/ip firewall nat add in-interface=lokal dst-port=80 protocol=tcp action=redirect to-ports=8080 chain=dstnat dst-address=!192.168.1.1/24

Link-link firewall pada mikrotik
http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Firewall

Semoga membantu.

Jangan lupa untuk menset IP gateway client anda ke 192.168.1.1 agar terkoneksi ke server mikrotik anda dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih untuk “kadhol” yang dahulu berkenan memberikan tutor step by step setup mikrotik router newbie buat saya.

Kamis, 05 Februari 2009

Radio Mikrotik

Ketika saya di suruh membawakan box berwarna putih saya bertanya Benda apa ini kepada instruk tur Ojt saya sebut saja namanya Mas Eko.Jawab nya adalah ini sebuah router mikrotik yang di sebut Mikrotik boot.Yang biasa di pasang di bawah antena untuk mengkoneksikan PC dengan internet menggunakan Wierelles





Lalu didalamnya ada sebuah perangkat Keras yang berfungsi untuk mencari jaringan internet.Dan bahasa yang sering di pakai di sebut "menembak" antena yang mengkoneksi kan internet.Serta untu memasang Radio ini sebaiknya di temkan di tempat yang agak tinggi supaya cepat ter koneksi internet

Sabtu, 10 Januari 2009

Schedule Task di Mikrotik

Schedule task di mikrotik sebenarnya hanyalah proses menjalankan script yang dilakukan secara otomatis dan terjadwal pada waktu-waktu tertentu. Script sendiri juga merupakan command yang ada pada mikrotik. Contoh berikut diasumsikan kita akan memutus koneksi internet pada saat kantor tutup (Jam 16.00 misalnya) dan akan mengkoneksikan kembali pada saat kantor buka (jam 08.00 misalnya). Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan koneksi internet pada saat administrator tidak berada di kantor dengan cara yang tida begitu kelihatan.

Ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan untuk kasus di atas, antara lain:
1. Matikan Router dengan mencabut power suply, cara kurang smooth dan kelihatan adminnya pelit :D.
2. Shutdown dengan script shutdown , cara ini mengharuskan setiap pagi menghidupkan router.
3. Jalakan script untuk Mendisable interface Internet dan Mengenable kembali.Cara pertama tidak akan dibahas, karena memang tidak perlu pembahasan lagi.
Cara kedua langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Dari menu System –> Scripts , maka muncul Windows Script List
- Klik tanda +, muncul windows new script
- Isikan nama script misal shut, isikan source /system shutdon. Klik Apply lalu Ok
- untuk melakukan tes ,pilih script shut kemudian klik Run Script
- Hidupkan kembali router.- Saatnya sekarang melakukan penjadwalan untuk menjalankan script tersebut.
- Dari menu utama Klik system –> scheduler , akan muncul windows scheduler
- Klik tanda +, isikan name misalnya shut, Start date misal Jun/30/2007, time isikan 16:00:00 atau waktu lain yang dikehendaki.Interval merupakan interval waktu
script akan dijalankan. Misalnya akan dijalankan setiap jam 16.00, berarti interval 24 jam. Isikan 24:00:00:00
- Isikan pada on event nama script yang dikehendaki dalam hal ini adalah script shut.Klik Ok. Tinggal menunggu script tersebut akan dijalankan pada waktu yang ditentukan.Cara Ketiga
- Misal ethernet yang terkoneksi ke internet adalah ether1
- System –> script –>Klik + –>name=mati source =/interface ethernet disable ether1 –> Klik Ok
- Klik + lagi –> name=hidup sorce=/interface ethernet enable ether1 –> Klik OK.
- Pilih masing2 script kemudian Run Script, bila ingin melakukan testing.
- Saatnya membuat schedule
- Sytem –>Scheduler –> Klik tanda + , name=mati, tanggal misal jun/30/2007 jam 16:00:00, interval setiap 24 jam isikan 24:00:00:00 atau sesuai dengan yang dikehendaki, On Event diisi script mati.
- Untuk Schedule hidup langkahnya sama, hanya diebedakan On event diisi hidup dan jamnya, misal 08:00:00 interval juga 24 jam.Selamat mencoba semoga tidak bin

Setup Mikrotik Sebagai Gateway Server

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

*

Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
*

Statefull firewall
*

HotSpot for Plug-and-Play access
*

remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.

Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.

1.

Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2.

Login Pada Mikrotik Routers melalui console :

MikroTik v2.9.7

Login: admin

Password:

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3.

Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password

old password: *****

new password: *****

retype new password: *****

[admin@ Mikrotik]]>

4.

Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton�?

[admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton

[admin@Waton]>

5.

Melihat interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether1 ether 0 0 1500

1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]>

6.

Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@Waton] > ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac

e=ether1

[admin@Waton] > ip address add address=172.16.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac

e=ether2

7.

Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@Waton] >ip address print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1

1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2

[admin@Waton]>

8.

Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254

[admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9.

Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@Waton] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,

C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf

# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE

0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2

1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1

2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1

[admin@Waton]>

10.

Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@Waton] > ping 192.168.0.254

192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms

[admin@Waton]>

11.

Setup DNS pada Mikrotik Routers

[admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remote-requests=no

[admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remote-requests=no

12.

Melihat konfigurasi DNS

[admin@Waton] > ip dns print

primary-dns: 192.168.0.10

secondary-dns: 192.168.0.11

allow-remote-requests: no

cache-size: 2048KiB

cache-max-ttl: 1w

cache-used: 16KiB

[admin@Waton]>

13.

Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@Waton] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms

10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@Waton]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14.

Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@Waton] > ip firewall nat add action=masquerade out-interface=ether1

chain: srcnat

[admin@Waton]>

15.

Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@Waton] ip firewall nat print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

[admin@Waton]>

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client

Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1

/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server

[admin@Waton] > ip dhcp-server print

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

0 X dhcp1 ether2

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client

Senin, 17 November 2008

Sekilas MiKroTik

hueheheh....setelah beberapa hari ini cape otaatik router...akhir...nya gwa putusin buat router pake mikrotik...ini ada tutorial buat mkrotik router

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan
sebagai network router.

Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa
dilakukan melalui Windows application (WinBox).

Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan
dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk
penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll)
disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas
pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

- Statefull firewall

- HotSpot for Plug-and-Play access

- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.


Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli
licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan.

Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam
bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC
kita.



Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan
untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.



1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console : MikroTik v2.9.7 Login: admin
Password:

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default
adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol
enter.

3. Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password old
password: ***** new password: ***** retype new password: ***** [admin@
Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server
akan diganti menjadi “Cyborg”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=Cyborg

[admin@Cyborg] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] >
interface print Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running # NAME TYPE
RX-RATE TX-RATE MTU 0 R ether1 ether 0 0 1500 1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]
>

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik.

Misalkan ether1 akan kita
gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita
gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@Cyborg] > ip
address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac e=ether1

[admin@Cyborg]
> ip address add address=172.16.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac e=ether2


7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@Cyborg] >ip
address print Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic # ADDRESS NETWORK
BROADCAST INTERFACE 0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1 1
172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2

[admin@Cyborg] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254


[admin@Cyborg] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing
pada Mikrotik Routers

[admin@Cyborg] > ip route print Flags: X - disabled, A -
active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf #
DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE 0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1
ether2 1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1 2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254
ether1

[admin@Cyborg] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi
sudah benar

[admin@Cyborg] > ping 192.168.0.254 192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64
time<1 ms 192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms 2 packets transmitted, 2
packets received, 0% packet loss round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms

[admin@Cyborg] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers

[admin@Cyborg] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10
allow-remoterequests= no

[admin@Cyborg] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11
allow-remoterequests= no

12. Melihat konfigurasi DNS

[admin@Cyborg] > ip dns
print primary-dns: 192.168.0.10 secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no cache-size: 2048KiB cache-max-ttl: 1w cache-used:
16KiB

[admin@Cyborg] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama
domain

[admin@Cyborg] > ping yahoo.com 216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48
time=250 ms 10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@Cyborg] > Jika sudah berhasil
reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan
kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network
dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@Cyborg] > ip
firewall nat add action=masquerade outinterface= ether1 chain: srcnat

[admin@Cyborg] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@Cyborg] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0 chain=srcnat
out-interface=ether1 action=masquerade

[admin@Cyborg] >

Setelah langkah ini bisa
dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil
berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan
WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka
http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.



Jika kita menginginkan client
mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada
Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool /ip pool add name=dhcp-pool
ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang
akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24
dan gatewaynya 172.16.0.1 /ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24
gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan
pada interface ether2 )

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool


4. Lihat status DHCP server

[admin@Cyborg] > ip dhcp-server print Flags: X -
disabled, I - invalid # NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP 0 X
dhcp1 ether2 Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu
dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu
dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0 kemudian cek kembali dhcp-server seperti
langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client

Jumat, 31 Oktober 2008

Membuat Router dengan MikrotikOs™

Ketika diberi tugas mencari materi tentang Router, saya mencari-cari di rumahnya Paman (google), ehh gak sengaja ketemu dengan namanya MikrotikOS™ atau yang biasa disebut dengan Mikrotik saja. Namanya juga iseng, saya download filenya di Mikrotik.co.id, filenya tidak gede-gede amat cuma sekitar 21 Mb. Rupanya yang namanya mikrotik tuh Operating System yang fungsinya hanya untuk membuat Router saja. Nih langkah-langkahnya :


1. Download dulu disini : http://mikrotik.co.id/download.php , mending pakai yang versi terbarunya kalau tidak salah yang 3.15, tapi mending cari yang versi cracknya, bisa dicari di rumah Paman (google)

2. Bakar file iso tadi ke dalam cd, anda bisa menggunakan aplikasi seperti nero atau aplikasi pembakar lainnya, tapi ingat pada waktu membakar pilih : Burn Image !!, ingat jangan lupa burn image !.

3. Install ke komputer anda, hebatnya mikrotik bisa dipakai di komputer lama n jadul, tidak perlu membutuhkan spesifikasi yang tinggi, dll.... seperti ini gambarnya

Welcome to MikroTik Router Software installation

Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
install remote router or 'q' to cancel and reboot.

[X] system [ ] isdn [ ] synchronous
[X] ppp [ ] lcd [ ] telephony
[X] dhcp [ ] ntp [ ] ups
[X] advanced-tools [ ] radiolan [ ] web-proxy
[ ] arlan [ ] routerboard [ ] wireless
[ ] gps [X] routing
[ ] hotspot [X] security



Pilih yang ada dalam tanda centang, tapi bisa anda tambahi sesuka kebutuhan lalu lanjutkan proses Instalasi

4. Masuk dengan username : admin, passwordnya langsung tekan Enter, dan anda sudah bisa membuat router dengan ini, untuk mengganti passwordnya mudah saja, ketikkan perintah > password lalu masukkan password lama dan tulis password baru

Langkah selanjutnya adalah konfigurasi Router jadi harap perhatikan dulu, anda membutuhkan 2 LAN card, yang satu berhubungan dengan internet (ether1) dan satu lagi berhubungan dengan LAN (ether2). Dan juga nomor IP yang saya cantumkan adalah yang saya pakai di LAB TKJ di sekolah, bisa diganti sesuai kebutuhan. Tapi sebelumnya semua perangkat seperti kabel, client, bahkan koneksi internet harus dipasang sebelumnya, lakukan pengecekan agar kabel yang kita pakai benar-benar OK, kalau masih salah ya silahkan di kremping lagi >_< "


* Konfigurasi IP

Set IP untuk masing² ethernet card

ip address add address=192.168.10.52/24 interface=ether1

ip address add address=192.168.13.1/24 interface=ether2

Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:

ip address print
lalu coba ping komputer yang ada dalam LAN misal : ping 192.168.13.27

* Menambahkan Routing

ip route add gateway=192.168.10.1

* Konfigurasi DNS

ip dns set primary-dns=208.67.222.222 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=208.67.220.220 allow-remote-requests=yes

Setelah itu coba tes koneksi dengan ping google.com

* Konfigurasi Network Address Translation / Masquerade
Fungsinya agar komputer yang ada di LAN bisa terkoneksi ke Internet

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

lalu dari komputer LAN coba ping google.com, jika berhasil Alhamdulillah kalau gagal Wa Syukurillah...

* DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)
Jika anda ingin lebih praktis dalam membagi alamat IP, pakai DHCP aja biar mudah dan juga praktis

ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.13.2-192.168.13.254

ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155

ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Tes lewat komputer yang ada di LAN dengan menggunakan fasilitas DHCP, selamat jika anda sudah berhasil